Vol. 1 No. 1 (2025): Mei

					View Vol. 1 No. 1 (2025): Mei
Published: 2025-05-30

Articles

  • Pengembangan Pariwisata Inklusif di Pantai Cemara Kabupaten Bireuen

    Hayatul Laini, Maryam Maryam, Murniati Murniati
    Authors Affiliation
    (1) Hayatul Laini: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe
    (2) Maryam Maryam: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe
    (3) Murniati Murniati: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe
    1-11
    133 Abstract Views 160 PDF/File Downloads
    View Abstract

    This study examines the development of inclusive tourism at Cemara Beach in Bireuen Regency, with the objective of describing its progress and analyzing the obstacles encountered in its implementation. The research highlights that the development of Cemara Beach has yet to produce significant economic improvement for the local community, as economic benefits remain concentrated among stallholders and parking attendants. Additionally, environmental pollution persists due to the lack of adequate waste disposal facilities, leading visitors to discard garbage among the rocks. The study employs Miller & Katz’s Inclusivity Theory, which addresses economic, environmental, and social dimensions. Data were collected through non-participant observation, where researchers observed activities without direct involvement. The findings reveal that the economic benefits of tourism development at Cemara Beach have not been widely distributed among the local population, aside from traders and parking attendants. Furthermore, from both environmental and social perspectives, Cemara Beach has not yet achieved the standards of inclusive tourism, as pollution from waste accumulation, such as diapers and plastic bottles, remains prevalent. Obstacles to the development of inclusive tourism include inadequate facilities and infrastructure—such as the absence of signage and narrow roads during market days—as well as parking fees that no longer contribute to increasing local village revenue.

    Abstrak

    Penelitian ini mengkaji pengembangan pariwisata inklusif di Pantai Cemara, Kabupaten Bireuen, dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangannya serta menganalisis hambatan-hambatan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Pantai Cemara belum memberikan peningkatan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar, karena manfaat ekonomi masih terfokus pada pedagang yang memperoleh lapak berjualan dan juru parkir. Selain itu, pencemaran lingkungan masih terjadi akibat minimnya fasilitas pembuangan sampah, sehingga sebagian pengunjung membuang sampah di celah-celah batu. Penelitian ini menggunakan Teori Inklusivitas Miller & Katz yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, di mana peneliti hanya mengamati tanpa terlibat langsung dalam aktivitas yang diamati. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa manfaat ekonomi dari pengembangan pariwisata di Pantai Cemara belum dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat lokal kecuali pedagang dan juru parkir. Dari aspek lingkungan dan sosial, Pantai Cemara juga belum memenuhi kriteria pariwisata inklusif karena masih ditemukan penumpukan sampah seperti popok bekas dan botol plastik di area wisata dan tambak warga. Hambatan utama dalam pengembangan pariwisata inklusif di Pantai Cemara meliputi fasilitas dan infrastruktur yang belum memadai, seperti kurangnya papan petunjuk serta jalan yang sempit pada hari-hari tertentu, serta retribusi parkir yang tidak lagi berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Gampong.

  • Analisis Pengaruh Strategi Pemasaran Digital terhadap Peningkatan Penjualan UMKM di Kecamatan Sawang, Aceh Utara

    Nur Hakiki, Nanda Ameliany, Nursakinah Ritonga, Cut Sukmawati, Sufi Sufi
    Authors Affiliation
    (1) Nur Hakiki: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe
    (2) Nanda Ameliany: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe
    (3) Nursakinah Ritonga: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe
    (4) Cut Sukmawati: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe
    (5) Sufi Sufi: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe
    12-24
    942 Abstract Views 630 PDF/File Downloads
    View Abstract

    This study aims to identify and analyze the impact of digital-based marketing strategies on the sales performance of MSMEs in Sawang District, North Aceh Regency. Digital marketing has increasingly become a strategic tool, gradually replacing traditional approaches due to its efficiency and ability to reach broader markets. This research applies a quantitative descriptive methodology, utilizing primary data collected from 100 MSME participants in Sawang District. Stratified random sampling was employed to select respondents, and simple linear regression was used to assess the relationship between digital marketing strategies and sales levels. The results indicate that digital marketing strategies exert a positive and significant influence on the sales performance of MSMEs in the area. The adoption of social media, websites, Google Trends, and other digital platforms has enabled MSMEs to expand their market reach and enhance competitiveness in the digital era. These findings underscore the importance for MSME actors to improve their digital literacy and professionalism in leveraging technology for business development.

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh strategi pemasaran berbasis digital terhadap kinerja penjualan UMKM di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Pemasaran digital kini semakin berperan sebagai alat strategis yang secara bertahap menggantikan metode konvensional karena dinilai lebih efisien dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan dari 100 pelaku UMKM di Kecamatan Sawang. Pemilihan responden dilakukan melalui teknik stratified random sampling, sementara analisis hubungan antara strategi pemasaran digital dan tingkat penjualan dilakukan dengan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja penjualan UMKM di wilayah tersebut. Penggunaan media sosial, website, Google Trends, dan berbagai platform digital lainnya terbukti mampu memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing UMKM di era digital. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital dan profesionalisme pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi untuk pengembangan usaha.

  • Pemberdayaan Penjahit di Simpang Len dalam Memanfaatkan Kain Perca

    Linda Lailasari, Mursyidin Mursyidin, Paizah Hasibuan, Intan Tri Rahma, Ubratul Amelia, Rida Fazilah
    Authors Affiliation
    (1) Linda Lailasari: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia
    (3) Paizah Hasibuan: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia
    (4) Intan Tri Rahma: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia
    (5) Ubratul Amelia: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia
    (6) Rida Fazilah: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia
    25-32
    59 Abstract Views 88 PDF/File Downloads
    View Abstract

    This community service program focuses on empowering tailors in Simpang Len by optimizing the utilization of fabric waste. Through training and mentoring, local tailors were taught to transform textile waste into marketable craft products such as bags, pillowcases, and accessories. The results showed a 60% reduction in textile waste and a significant increase in participants' income and technical skills. This initiative promotes sustainable circular economy practices while strengthening local economic empowerment and environmental awareness.

    Abstrak

    Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan penjahit di Simpang Len dengan mengoptimalkan pemanfaatan kain perca. Melalui pelatihan dan pendampingan, para penjahit lokal dilatih untuk mengubah limbah tekstil menjadi produk kerajinan bernilai jual seperti tas, sarung bantal, dan aksesori. Hasil kegiatan menunjukkan pengurangan limbah tekstil hingga 60% dan peningkatan signifikan dalam pendapatan serta keterampilan teknis peserta. Inisiatif ini mendorong praktik ekonomi sirkular berkelanjutan sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal dan kesadaran lingkungan.

  • Literasi Politik Generasi Z Pada Pemilu Tahun 2024: Studi Pemilihan Legislatif di Kota Lhokseumawe

    Fira Husnah Fadillah, Teuku Muzaffarsyah, Taufik Abdullah, Zulhilmi Zulhilmi
    Authors Affiliation
    (1) Fira Husnah Fadillah: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia
    (2) Teuku Muzaffarsyah: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia
    (3) Taufik Abdullah: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia
    (4) Zulhilmi Zulhilmi: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia
    33-42
    177 Abstract Views 99 PDF/File Downloads
    View Abstract

    Political literacy is a very important thing for all circles including generation z. This research aims to see how the understanding of generation z political literacy in the 2024 legislative election in Lhokseumawe City. The focus of this research is on generation z. This theme is interesting to research because they want to find out how generation z understands political literacy and find out what are the challenges faced in understanding political literacy. This approach uses a qualitative approach. This research can be intended as a descriptive research through oral or written words and observed behavior of the people being studied. This approach sees the research aspect as part of all the observed symptoms. The results of the study are described with words or sentences that describe the final results of this study. A qualitative approach will provide convenience in this research in accordance with the typical social science study with analysis that is also caused by the object being studied is dynamic, which is changing according to the situation and field conditions. The purpose of this research is to find out how to understand the political literacy of generation z in the 2024 legislative election in Lhokseumawe City and to find out what are the challenges faced by generation z in understanding political literacy. Based on the results of the research and discussion that the author has done, the author can draw a conclusion that: 1. The understanding of political literacy. The Existence of Hoax Information and Misinformation in Understanding Political Literacy, The Beauty of Understanding and Z Generical Literacy in Understanding Political Literacy Minimal Political Education Z in Understanding Political Literacy in Koita Lhoikseiuimawe

    ABSTRAK

    Literasi politik merupakan suatu hal yang sangat penting bagi semua kalangan termasuk generasi z. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemahaman literasi politik generasi z pada pemilihan legislatif tahun 2024 di Kota Lhokseumawe. Fokus penelitian ini berada di generasi z. tema ini menarik untuk diteliti karena ingin mencari tau bagaimana pemahaman generasi z terhadap literasi politik serta mencari tau apa saja tantangan yang dihadapi dalam memahami literasi politik. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dapat dimaksudkan sebagai penelitian deskriptif melalui kata-kata lisan ataupun tulisan dan tingkah laku yang diamati dari orang-orang yang diteliti. Pendekatan ini melihat aspek penelitian sebagai bagian dari seluruh gejala yang diamati. Hasil penelitian digambarkan dengan kata-kata atau dengan kalimat yang menggambarkan hasil akhir dari penelitian ini. Pendekatan kualitatif akan memberikan kemudahan dalam penelitian ini sesuai dengan kajian ilmu sosial yang khas dengan analisa yang juga disebabkan oleh obyek yang diteliti bersifat dinamis, yaitu berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pemahaman literasi politik generasi z pada pemilihan legislatif tahun 2024 di Kota Lhokseumawe serta untuk mengetahui apa saja tantangan yang dihadapi generasi z dalam memahami literasi politik. Berdasarkan hasil dari penelitian dan pembahasan yang telah penulis lakukan maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa : 1.Pemahaman literasi politik melalui keluarga, kerabat dan teman dekat yang diperoleh generasi z di Kota Lhokseumawe. Kedua pemahaman literasi politik melalui internet seperti media sosial. 2. Adanya Informasi Hoax dan Misinformasi dalam Memahami Literasi Politik, Rendahnya pemahaman dan kesadaran generasi z dalam memahami literasi politik Minimnya Pendidikan Politik Generasi Z dalam Memahami Literasi Politik di Koita Lhokseumawe.

  • Analisa Penurunan Keterwakilan Perempuan di DPRK Aceh Tamiang pada Pemilu Legislatif 2024

    Ulyatul Husna, Muhammad bin Abu Bakar
    Authors Affiliation
    (1) Ulyatul Husna: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia
    (2) Muhammad bin Abu Bakar: Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia
    43-58
    90 Abstract Views 63 PDF/File Downloads
    View Abstract

    This study aims to analyze the decline in women's representation in the Aceh Tamiang Regency People's Representative Council (DPRK) in the 2024 Legislative Election. This decline is in the spotlight because previously women's representation in the Aceh Tamiang DPRK was relatively high, even exceeding the 30% quota target. However, in the 2024–2029 period, the number of female legislative members decreased drastically to only 6 people out of a total of 35 seats or around 17.14%. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results of the study show that the decline in women's representation was caused by various factors, including the dominance of patriarchal culture that is still strong in society, low levels of political education and capacity of women, minimal support from political parties, and financial constraints experienced by female legislative candidates. In addition, several female DPRK members previously did not run again or switched to running at the DPRA level. These findings show that women's representation in local politics still faces serious challenges and requires special attention from various parties so that the principle of gender equality in politics can be realized in real terms.

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penurunan keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang pada Pemilu Legislatif 2024. Penurunan ini menjadi sorotan karena sebelumnya keterwakilan perempuan di DPRK Aceh Tamiang tergolong tinggi, bahkan sempat melampaui target kuota 30%. Namun, pada periode 2024–2029, jumlah anggota legislatif perempuan menurun drastis menjadi hanya 6 orang dari total 35 kursi atau sekitar 17,14%. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan keterwakilan perempuan ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain dominasi budaya patriarki yang masih kuat dalam masyarakat, rendahnya tingkat pendidikan politik dan kapasitas perempuan, minimnya dukungan dari partai politik, serta kendala finansial yang dialami calon legislatif perempuan. Selain itu, beberapa anggota DPRK perempuan sebelumnya tidak kembali mencalonkan diri atau beralih mencalonkan diri ke tingkat DPRA. Temuan ini menunjukkan bahwa keterwakilan perempuan dalam politik lokal masih menghadapi tantangan serius dan membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak agar prinsip kesetaraan gender dalam politik dapat terwujud secara nyata.