Transformasi Destinasi Wisata Bantayan Seunuddon Aceh Utara Berbasis Potensi Lokal

Authors

  1. (1)Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
  2. (2)Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
  3. (3)Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
  4. Sri Rizki Sukma — Corresponding author
10.69548/jpga.v1i2.30.2025
Section
Articles
Received
Published
171Abstract views
210PDF downloads
PendingDimensions indexing
Download PDF

Abstract

This study aims to analyze the transformation of Bantayan tourism destination in Seunuddon Subdistrict, North Aceh Regency, based on local community potential. This phenomenon is significant since, despite Bantayan’s natural attractiveness, its tourism development remains suboptimal due to weak promotion and limited community-based innovation. The study employed a qualitative descriptive approach using field study methods, involving village officials, tourism managers, traders, and visitors as key informants. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using data reduction and triangulation techniques. The findings indicate that Bantayan’s tourism transformation consists of three main dimensions: strengthening local potential through community participation, improving tourism facilities and accessibility, and promoting innovation through digital media. However, the main obstacles lie in limited funding, low human resource competence, and the absence of specific regulations supporting sustainable tourism development. This research highlights the importance of collaboration among local government, tourism managers, and the community to achieve inclusive and sustainable tourism transformation based on local potential.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi destinasi wisata Bantayan di Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, berdasarkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat setempat. Fenomena ini menarik dikaji karena meskipun Bantayan memiliki daya tarik alam yang potensial, perkembangan pariwisatanya belum optimal akibat lemahnya promosi dan minimnya inovasi berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan, melibatkan informan dari aparatur desa, pengelola wisata, pedagang, dan pengunjung. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik reduksi dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi wisata Bantayan mencakup tiga dimensi utama: penguatan potensi lokal melalui partisipasi masyarakat, peningkatan fasilitas dan aksesibilitas wisata, serta inovasi promosi berbasis media digital. Namun, hambatan utama masih terdapat pada keterbatasan anggaran, rendahnya kompetensi sumber daya manusia, dan belum adanya regulasi khusus yang mendukung pengembangan wisata berkelanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat dalam mendorong transformasi pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Keywords

Transformasi WisataPotensi LokalBantayanPariwisata Berkelanjutan

References

Cahyana, H., Suwena, I. K., & Sudana, I. P. (2018). Karakteristik dan motivasi wisatawan mancanegara berkunjung ke Pantai Jemeluk-Amed, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem. Jurnal IPTA, 6(1), 1–10.

Cresswell, J. C. (2018). Penelitian kualitatif & desain riset. Pustaka Timur.

Crowley, E. F. B., & Claire, H. M. (2016). Learning assessment techniques. Jossey-Bass.

Darcy, S., & Dickson, T. (2019). A whole-of-life approach to tourism: The case for accessible tourism experiences. Journal of Hospitality and Tourism Management, 16(1), 32-44.

Hamidah, S. (2018). Ekonomi pariwisata: Konsep, pemasaran dan pembangunan. Yayasan Kita Menulis.

Handono, J. (2023). Transformasi sosial desa adat menjadi desa wisata Edelweis: Perspektif teori strukturisasi Anthony Giddens. Prosiding Seminar Nasional LPPM UMJ, 1(1), 45–55.

Heillbron, D. (2005). Geografi pariwisata. Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.

Hikam, F. A. (2023). Transformasi digital dalam pengembangan wisata air panas Juruh: Peluang dan tantangan. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 22-30.

Ihza, A., & Haniek, L. (2020). Pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Kandri Semarang Jawa Tengah. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 4(2), 45–60.

Maryam, M., & Husniati, A. M. (2020). Konstruksi identitas komunikasi pemasaran pariwisata halal Aceh. Jurnalisme: Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(1), 15-25.

Moleong, L. J. (2019). Metode penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Muklir. (2008). Restrukturisasi organisasi dalam rangka reformasi administrasi pemerintah daerah. Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

Nuryananda, P. F., Suksmawati, H., & Ahmatin, L. S. (2023). Kesadaran komunitas lokal untuk pengembangan pariwisata inklusif di Desa Tegaren, Trenggalek. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 12-22.

Pranita, D., Sihitie, A. Y., & Pearce, D. (2021). Digitalization: The way to tourism destination’s competitive advantage (Case study of Indonesian marine tourism). Jurnal Pendidikan, Teori, Penelitian dan Pengembangan, 2(4), 145-156.

Copyright & License

© 2025 Sri Rizki Sukma, Maryam Maryam, Aflia Riski (Author)

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.